Tampilkan postingan dengan label percintaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label percintaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2012

7 tips menghilangkan sakit hati karena putus:d

7 tips menghilangkan sakit hati karna putus :D


Tak ada orang yang tidak merasakan sakit setelah putus cinta, terlebih lagi jika kita berada di pihak yang diputuskan kekasih. Untuk beberapa orang, putus cinta bahkan bisa meninggalkan luka mendalam yang sulit hilang dan berlangsung lama.

Putus cinta memang menyakitkan, tapi cobalah untuk tidak terjebak dalam kesedihan berlarut-larut. Dilansir Your Romance Guide, ada sembilan cara yang bisa dilakukan untuk meredakan sakit hati setelah putus cinta:
1. Jangan Bertemu dengan Mantan Kekasih Sementara Waktu
Setelah putus cinta, hindari bertemu atau berhubungan dengan mantan kekasih Anda. Perasaan sayang yang masih ada mungkin mendorong Anda untuk menelepon, mengirim pesan teks atau bertemu dengannya. Tapi tindakan ini justru akan mengingatkan sakitnya putus cinta. Anda harus benar-benar putus hubungan dengan sang mantan, setidaknya untuk beberapa bulan untuk menyembuhkan sakit hati.
2. ‘Nikmati’ Rasa Sakit Itu
Adalah hal yang sangat wajar ketika kita kehilangan seseorang yang dicintai. Saat merasakan sakit, itu berarti sebuah tanda bahwa Anda sedang dalam proses penyembuhan. Menangislah jika Anda ingin menangis, dan berteriaklah jika memang itu bisa membuat perasaan sedikit lega. Rasa sakit setelah putus cinta bisa menginspirasi Anda untuk mengerjakan sesuatu yang lebih baik, yang tidak pernah Anda lakukan sebelumnya.
3. Menyibukkan Diri
Cara terbaik menyembuhkan luka karena putus cinta dan melupakan mantan adalah dengan menyibukkan diri. Anda tidak akan memikirkan mantan kekasih jika tidak memberi kesempatan otak untuk mengingatnya. Cobalah aktif terlibat dalam berbagai kegiatan. Pilih aktifitas yang Anda senangi. Tidak hanya menyegarkan pikiran, banyak beraktifitas juga mengalihkan pikiran Anda dari sang mantan.
4. Curahkan Kesedihan Anda Hanya Kepada Teman Dekat
Boleh saja menceritakan bagaimana sakit hatinya Anda setelah putus cinta. Tapi bukan berarti Anda bisa membicarakannya ke setiap orang yang Anda temui. Bukannya bersimpati, tindakan ini justru bisa membuat teman-teman menjauhi Anda. Bijaklah dalam menyikapi ‘tragedi’ putus cinta Anda. Bicaralah hanya pada teman atau orang yang dekat dengan Anda, cukup mengerti Anda dan mau mendengar setiap keluh kesah. Akan lebih baik lagi jika orang tersebut bisa menenangkan, mencarikan solusi dan mendorong Anda untuk melanjutkan hidup.
5. Tumpahkan Perasaan Anda dalam Tulisan
Menumpahkan semua kekesalan dalam tulisan bisa jadi alternatif lain untuk meredakan sakit hati akibat putus cinta. Keluarkan semua rasa sakit, frustasi dan kemarahan Anda dalam buku harian, secarik kertas atau komputer (tapi jangan menyebarkannya ke grup email atau jejaring sosial). Setelah sembuh dari masa
lalu menyakitkan, Anda bisa membacanya kembali sebagai alat introspeksi untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan pasangan berikutnya.
6. Meditasi
Meditasi adalah salah satu tehnik lama untuk relaksasi dan mengendurkan pikiran yang tegang. Duduklah dengan tenang di dalam kamar, tutup mata, ambil nafas dalam-dalam, dan keluarkan secara perlahan. Sambil relaksasi, Anda bisa menjauhkan hal-hal negatif dari pikiran Anda. Nyalakan lilin aromaterapi dan
musik instrumental untuk menambah perasaan tenang saat relaksasi.
7. Beri Perhatian Pada Keluarga
Orang tua, kakak maupun adik mungkin adalah orang-orang yang berpengaruh besar pada kehidupan Anda. Mereka akan selalu berada di sisi Anda saat senang maupun susah. Saat menjalin hubungan asmara dengan mantan kekasih, mungkin Anda tidak menyediakan banyak waktu untuk keluarga. Inilah saatnya Anda banyak mencurahkan waktu dan berkumpul bersama keluarga. Coba ajak mereka rekreasi, atau sekedar makan malam bersama. Kehangatan keluarga merupakan obat paling manjur untuk
menyembuhkan luka.

pacaran dan mengatasi rasa cemberu

PACARAN DAN MENGATASI RASA CEMBURU
Sejak kecil kita sudah mengenal perasaan cemburu. Ingat ketika ayah kita membelikan mainan yang lebih bagus kepada adik atau kakak kita? Lalu perasaan yang muncul adalah seperti merasa tidak dipedulikan, merasa tidak lebih spesial, dan bila dikompilasikan dalam satu kata, perasaan-perasaan semacam itu adalah rasa cemburu. Dan perasaan cemburu itu adalah manusiawi adanya.
Setelah beranjak dewasa, rasa cemburu kini memiliki wadah yang baru. Seringkali kita menemui rasa cemburu adalah di dalam hubungan pacaran. Anda merasa cemburu ketika pacar Anda lebih memilih menghabiskan akhir pekan bersama teman-temannya. Anda merasa cemburu juga saat mantannya kembali menghubungi pacar Anda. Anda juga merasa cemburu ketika tahu pacar Anda sedang berduaan dengan yang lain.
Pacaran dan cemburu seakan sebuah paket yang sudah tersistemasi dan tidak dapat dipisahkan. Intinya, jika Anda pacaran, Anda harus siap cemburu. Tapi sering juga rasa cemburu ini malah merusak hubungan pacaran. Mengapa bisa begitu? Jawabannya Adalah rasa cemburu yang terlalu berlebihan. Ketika Anda sedang dalam masa pacaran, rasa cemburu yang berlebihan akan menyebabkan insecurity, sehingga cenderung banyak pasangan adalah posesif atau berujung menjadi sebuah pertengkaran.
Seseorang yang tengah dihantui rasa cemburu yang membabi buta malahan selalu digelapkan dan tak mengenal belas kasihan. Tak heran bila banyak berita yang menyiarkan tentang saling bunuh-bunuhan hanya karena rasa cemburu buta. Mengerikan, bukan? Saya harap rasa cemburu yang demikian tidak terjadi pada Anda.
Agar hal-hal tersebut tidak terjadi dalam pacaran, maka Anda harus mengatasi rasa cemburu yang berlebihan itu. Bagaimana bisa? Tentu saja bisa, mengatasi dan mengontrol rasa cemburu adalah hal yang bisa dilakukan oleh semua pasangan.
Yang saya bicarakan bukanlah menghilangkan rasa cemburu. Karena jelas, rasa cemburu keberadaannya harus tetap dilestarikan dalam pacaran. Jika tidak, maka Anda dan pacar Anda akan kehilangan chemistry, yang nantinya pacaran yang Anda jalani akan terasa hambar dan dingin. Karena justru cemburu adalah sebuah simbol  di mana Anda dan kekasih Anda merasa ingin saling dimiliki, merasa ingin saling disayangi.
Lalu bagaimanakah rasa cemburu yang baik itu, dan bagaimana caranya mengatasi rasa cemburu?
1.      Sadari kecemburuan Anda
Anda harus sadar jika Anda sedang cemburu. Anda harus sadar apa yang menjadi penyebabnya. Jika Anda tidak sadar Anda tengah cemburu maka Anda akan terus menganggap Anda sedang normal-normal saja. Ingat, pacaran juga adalah tentang menyadari posisi diri anda sendiri.
2.      Hubungan sebab dan akibat
Sekarang waktunya menelaah, apakah penyebab Anda cemburu layak untuk dijadikan bahan tumbuhnya rasa cemburu? Jika rasa cemburu muncul hanya karena pacar Anda yang sedang memilih untuk sibuk dengan keluarganya, maka itu tidak terlalu layak untuk dikategorikan cemburu.
3.      Tunjukkan dengan dewasa
Saat Anda sedang cemburu, Anda biasanya akan terlihat kekanak-kanakan. Wajar, karena perasaan semacam ini selalu identik dengan anak kecil. Maka, jika ingin menunjukan rasa cemburu ini, tunjukkan dengan cara yang dewasa. Coba Anda bilang padanya “sebetulnya aku bete benget kamu begitu.. tapi gak jadi deh marahnya aku tiba-tiba dapet ide baru nih yaudah deh, aku pergi dulu ya..”. Dengan begitu, pacar Anda malah penasaran dengan apa yang sebetulnya terjadi dengan Anda.
4.      Keduanya harus cemburu
Ingat, pacaran adalah hubungan dua insan. Jadi rasa cemburu yang muncul harus dari keduanya. Bukan dari Anda saja atau dari si dia saja. Jika Anda pernah merasa cemburu pada pacar Anda, maka tak ada salahnya buat si dia juga cemburu pada Anda. Yang saya maksud bukan tentang perang kecemburuan. Tapi ini lebih berbicara tentang keseimbangan.
5.      Pengalihan rasa
Jika Anda merasakan rasa cemburu yang tengah anda alami terlalu berlebihan, maka sebaiknya tidak disarankan untuk langsung mengeksekusi rasa cemburu tersebut sesegera mungkin. Biarkan dulu mereda sampai Anda merasa santai. Sebaiknya alihkan rasa cemburu itu dengan main air soft gun misalkan, atau mungkin curhat. Untuk curhat, saya sarankan Anda curhat pada orang-orang yang ahli tentang rasa cemburu.
Bagaimanapun caranya, demi pacaran yang Anda jalani menjadi pacaran yang sehat, Anda harus mengontrol rasa cemburu itu. Pacaran adalah tentang strategi agar tetap saling bersama, bukan? Ya, itulah mengapa anda perlu belajar tentang strategi pacaran.